<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>dariku_untukmu</title>
    <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/</link>
    <description>dariku_untukmu</description>
    <lastBuildDate>Tue, 22 Aug 2006 03:10:03 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2006.</copyright>
    <category>Poetry</category>
    <category>Islam</category>
    <item>
      <title>1. Islamikah Menertawakan Pacaran?</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/17.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 20:09:40 GMT</pubDate>
      <description>
 Wahai penghujat pacaran islami

    Dalam  perkara pacaran, kita tidak menyangkal adanya sedikit-banyak  kemungkaran pada sebagian aktivitas ini pada umumnya. Kita juga tidak  membantah, adalah tugas kita untuk mencegah dan meredam merebaknya  perbuatan dosa, terutama di lingkungan kita sendiri. Namun, wajibkah  kita bersikap kasar kepada para pelaku dosa itu? Berhakkah kita berkata  keras kepada mereka? Jawabannya saya usahakan di Bab 1 ini.

      Jangan Salahgunakan Statistik untuk Berprasangka!

      Bagi   kita yang sering mempercayai data  statistik begitu saja, mungkin buku Dariel... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=17</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Menuduh Zina Tanpa Empat Saksi Dimurkai Allah</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/16.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 20:06:20 GMT</pubDate>
      <description>Kiranya,
wajarlah dugaan Fauzil Adhim bahwa si ‘peneliti’ beserta penyebar
laporannya itu mungkin menghina kaum muslimin. Mengapa? Karena secara
tersirat ada dakwaan bahwa hampir semua cewek Yogya (yang sebagian
besar muslimah) telah berzina. Sedangkan zina adalah perbuatan keji
yang menodai kesucian pelakunya. (Lihat al-Israa’ [17]: 32.)    
Pertanyaan
kita: Manakah saksi-saksi yang melihat perbuatan zina yang dituduhkan
itu? Untuk setiap kejadian zina yang didakwakan itu, “mengapa mereka tidak mendatangkan empat orang saksi?”
(an-Nuur [24]: 13) Mengapa, hanya berdasarkan pengakuan... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=16</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Menyebarkan Prasangka Zina Sangat Menjijikkan</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/15.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 20:03:31 GMT</pubDate>
      <description>Siapa yang berkata dusta, kita tidak selalu  tahu. Buktinya sebagai berikut.    Tidak
jarang, kita terdorong untuk menelan bulat-bulat berita yang dibawa
oleh orang yang berasal dari golongan kita sendiri. Lebih-lebih bila
informasi itu, misalnya tentang ‘tidak perawannya 97,05% cewek Yogya’,
muncul dari seorang da’i yang menekuni tasauf, suatu dunia yang ‘suci’.
(Lihat JNC: 48 dan DCAHA: 91-92.) Tapi, Allah mengingatkan: “Mereka yang  membawa berita bohong itu dari golongan kamu juga.” (an-Nuur [24]: 11)      
Kendati
pembawa berita bohong itu berniat baik, umpamanya untuk... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=15</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Melecehkan Pacaran Dimarahi Rasulullah</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/14.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 20:01:45 GMT</pubDate>
      <description>Sebagian
penghujat berusaha mendorong kita untuk menertawakan pacaran. Kata
mereka, “kalian mesti simak alasan ringan, tapi masuk akal —yang insya
Allah bikin kita menertawakan aktivitas ini.” (KHP: 98) Alasan ringan
yang dimaksud itu antara lain: “Pacaran: nggak jelas definisinya”,
“nggak jelas ikatannya”, “kuno!”, dan bahwa “ternyata cinta tuh nggak
abadi.” (KHP: 6) Memadaikah alasan-alasan ringan itu? Nanti, di Bab 2,
saya nyatakan bahwa pacaran itu jelas definisi dan ikatannya, dan cinta
itu bukan mustahil abadi. Adapun bahwa pacaran itu tidak kuno, Bab 4
lah tempatnya.   ... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=14</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Serulah ke Jalan Tuhan dengan Lembut!</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/13.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 20:00:07 GMT</pubDate>
      <description>“Sekarang sudah datang kepadamu seorang  rasul dari golonganmu sendiri: ... ia sangat mengasihi orang-orang yang  beriman.”
(at-Taubah [9]: 128) Muhammad saw., rasul dari golongan kita sendiri,
“begitu lemah-lembut, penuh kasih-sayang dan kesabaran yang begitu
besar menghadapi kelemahan manusia. Ini adalah sifat yang sungguh
agung, yang kemudian, dan yang selalu demikian, menyebabkan banyak
sekali orang yang tertarik kepadanya.” (QTT1: 164) “Sekiranya engkau
kasar dan berhati kaku, niscaya mereka menjauhi kamu. Maka maafkanlah
mereka dan mohonkan ampun buat mereka dan bermusyawarahlah... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=13</comments>
    </item>
    <item>
      <title>2. Mustahilkah Ada Pacaran yang Islami?</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/12.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 19:58:56 GMT</pubDate>
      <description>Banyak orang menduga,  ‘pacaran islami’ “nggak ada dalam kamus ajaran Islam.” (JNC: 72) Tidak sedikit yang mengira, “pacaran  sudah jelas bukan dari Islam, sehingga mustahil ada pacaran Islami.”  (PIA: 24) “Jangan
sampai kalau yang melakukannya ‘ngerti’ agama, maksudnya mereka yang
berkecimpung di pengajian, lalu itu bisa disebut dengan pacaran islami.” (JNC: 75) Ada yang menyatakan,  kemustahilan itu lantaran tidak abadinya cinta dan tidak jelasnya definisi dan  ikatan pacaran. (Lihat KHP: 6.) “Jadi, dari mana kok  bisa bilang ada istilah pacaran
 islami?” (JNC: 71) Bab  2 ini ikhtiar... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=12</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Definisi ‘Pacaran’ Sangat Jelas</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/11.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 19:57:09 GMT</pubDate>
      <description>Di samping “tidak abadinya cinta”, alasan  ‘kuat’ lain yang dijadikan andalan untuk mengklaim  bahwa mustahil ada pacaran yang islami adalah “ketidakjelasan definisi  pacaran”. Benarkah alasan ini kuat? Mari  kita kritisi.      Sebagian
penghujat ‘pacaran islami’ mendefinisikan, “Pacaran adalah aktivitas
menumpahkan rasa suka dan sayang kepada lawan jenis.” (JNC: 58) Dalam pandangan saya, definisi tersebut sesat-pikir lantaran  ‘terlalu sempit’ dan ‘membingungkan’. (Lihat JSP: 33-34.) Kata ‘menumpahkan’ di situ membingungkan karena bersifat
 sangat  konotatif. Selain itu, di situ hanya... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=11</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Ikatan Pacaran Cukup Jelas</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/10.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 19:55:25 GMT</pubDate>
      <description>Dengan
menganggap bahwa “cinta tidak abadi” dan “definisinya tidak jelas”,
penghujat-penghujat itu pun berpikiran, “ikatan dalam pacaran tidak
jelas.” Mereka mendakwa: “Pacaran hanyalah sebuah ekspresi sesaat bagi
orang-orang yang mengaku saling jatuh cinta.” (KHP: 146) “Kata pacar sendiri,” kata mereka, “berasal dari nama sejenis  tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali. Tanaman ini tidak bernilai ekonomis (murahan) sehingga tidak  diperjualbelikan. Hal ini sebagai simbol bahwa pacaran  adalah perilaku yang tidak bernilai. Jika suatu waktu  [tidak] puas dengan pacarnya,... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=10</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pacaran Itu Sunnah yang Direstui Nabi</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/9.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 19:53:48 GMT</pubDate>
      <description>Bolehjadi,
di antara sekian banyak argumen, yang paling diandalkan untuk menghujat
‘pacaran islami’ adalah sebagai berikut: “Islam sama sekali tidak
mengenal pacaran.” (PIA: 41) “Pacaran  bukan dari Islam, melainkan budaya jahiliyah yang harus ditinggalkan oleh  segenap remaja muda Islam.” (PIA: 22) “Mestinya kita  juga nggak meniru orang-orang jahiliyah dan budaya jahiliyah modern.”  (KHP: 171)      Benarkah pacaran adalah  budaya jahiliyah modern (dari Barat)? Mari kita periksa.      Di Bab 1, kita telah menyimak sindiran  Rasulullah saw.: “Tidak adakah di antara kalian  orang yang... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=9</comments>
    </item>
    <item>
      <title>3. Mendekati Zinakah Pacaran Islami?</title>
      <link>http://bangsholeh.blogdrive.com/archive/8.html</link>
      <pubDate>Mon, 21 Aug 2006 19:50:52 GMT</pubDate>
      <description>Sebagian
penghujat mendakwa: “Maraknya aktivitas pacaran —yang diembel-embeli
kata islami— sesama pengurus pengajian di sekolah atau kampus lebih
diakibatkan karena ketidaktahuan teman remaja tentang batasan bergaul
dengan lawan jenis. ... Pengurus lain banyak yang protes, yang
bersangkutan anteng aja seperti nggak merasa bersalah.” (JNC: 74)
Sebagian dari mereka melancarkan serangan: “Mau pake modus operandi
belajar berdua? Ngajakin pengajian, hihihi... alesan doang, tuh! Yang
kayak gitu mah, sudah kena hukum [haramnya] berkhalwat, tahu? ... Mau
barengan? ... Weleh, itu juga kena... (more)</description>
      <comments>http://bangsholeh.blogdrive.com/comments?id=8</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
